How To Choose The Best Barbell

Barbell telah dikenal sekian lama sebagai peralatan olahraga paling populer di dunia. Anda hanya membutuhkan Power Rack, Barbell, Plate, dan Bench untuk berlatih untuk mencapai tujuan Anda. Pada artikel ini, kami akan membahas berbagai macam barbell dan apa saja yang harus diperhatikan dalam memilih barbell.

 

JENIS BARBELL

Secara umum, barbell dibagi menjadi 3 jenis (di sini kita hanya membahas barbell yang mempunyai standart Olympic, yang nanti akan kita bahas lebih lanjut).

Man Barbell

Barbel ini yang biasa kita temui di gym komersial. Umumnya barbell ini memiliki berat 20kg, panjang 2.2m, shaft (center barbell) 1.31m, diameter 28mm-29mm dan sleeves untuk menaruh plate sebesar 5cm.

Woman Barbell

Mengapa dinamakan Woman Barbell? Karena menurut standart IWF untuk pertandingan Olympic lifting, untuk kategori atlit wanita menggunakan bar khusus yang berbeda dengan bar yang digunakan oleh atlit pria. Woman bar ini memiliki berat 15kg, panjang 2.01m, shaft (center barbell) 1.31m, diameter 25mm dan sleeves yang sama dengan Man Barbell. Dengan berat yang lebih ringan dan diameter yang lebih kecil dibandingkan barbell pria, woman barbell ini lebih nyaman digunakan oleh kebanyakan wanita. Namun barbell jenis ini sangat jarang ditemukan di gym komersial dan biasanya hanya kita temukan di gym crossfit saja.

Training Barbell

Training barbell ini memiliki berat 10kg, Panjang 180cm, diameter 25mm, shaft (center barbell) 1.31m, dan sleeves yang sama dengan Man Barbell. Biasanya barbell ini hanya digunakan untuk pemula yang baru belajar weightlifting.

 

PERBEDAAN BARBELL BERDASARKAN PENGGUNAANNYA

Setelah kita mengetahui jenis-jenis barbell, kita akan membahas jenis barbell berdasarkan tujuan penggunaannya. Secara garis besar kami membedakan jenis barbell menjadi 2, yaitu untuk penggunaan Olympic lifting dan untuk penggunaan Strength/general lifting.

Olympic Lifting

Untuk barbell Olympic Lifting secara umum biasanya menggunakan bearing, 28mm diameter, dan knurling yang tidak terlalu tajam. Biasanya tidak memiliki center knurling, atau center knurling yang lebih halus dibandingkan di posisi grip. No/softer center knurling ini sangat membantu disaat kita melakukan Clean and Jerk dan Front Squat karena akan lebih nyaman untuk pundak dan leher kita.

Strength/General Training

Untuk barbell Powerlifting/General Strength Training biasanya menggunakan bushing, 29mm diameter (mengacu kepada spesifikasi IPF), dan knurling yang lebih kasar.

Perbedaan paling besar diantara kedua barbell tersebut adalah di bearing dan bushing. Apa sih itu bearing/bushing? Bearing/bushing merupakan suatu parts penghubung antara sleeves dan shaft.

 

Sleeves
Shaft

 

Penghubung antara sleeves dan shaft biasanya adalah bearing dan bushing. Bayangkan jika kedua parts tersebut tidak ada bearing/bushing. Sleeves akan mengalami gesekan dengan shaft dan membuat sleeves menjadi cepat rusak. Dengan bearing/bushing, gesekan tersebut dapat jauh diminimalisir.

Bearing mempunyai spin yang lebih banyak dibandingkan dengan bushing. Dan spin ini merupakan hal yang cukup penting di dalam olahraga Olympic Lifting atau angkat besi. Mengapa?

Jika Anda berpengalaman di dalam Olympic lifting, Anda akan mengetahui bahwa gerakan Snatch atau Clean and Jerk merupakan gerakan yang eksplosif. Anda mengangkat barbel dari lantai ke atas kepala dengan kecepatan yang tinggi. Bayangkan dalam gerakan yang cepat itu, pasti plates akan berputar. Putaran plates itu akan memutar sleeves barbell. Bayangkan jika sleeves dan shaft Anda tidak mempunyai spin yang bagus? Maka shaft Anda pun akan ikut berputar mengikuti sleeves. Apa akibatnya? Akibatnya shaft itu akan ikut berputar di telapak tangan Anda sehingga sangat tidak nyaman dan ada resiko cedera di pergelangan tangan atau bahkan barbell tersebut dapat terlepas dari pergelangan tangan Anda. Berdasarkan hal tersebut maka biasanya barbell dengan menggunakan bearing memiliki harga yang lebih mahal.

Untuk Strength Training, kami merekomendasikan barbell dengan menggunakan bushing. Mengapa? Karena kita tidak memerlukan spin yang berlebihan di saat kita melakukan strength lift seperti Squat, Bench, Deadlift, dan Press. Spin yang berlebihan akan membuat barbell tidak stabil di pergelangan tangan, bahkan cenderung berbahaya di saat kita melakukan gerakan press dan terkadang membuat grip kita slip disaat kita melakukan Deadlift.

Namun, kita tetap memerlukan spin yang cukup. Sangat berbahaya jika barbell anda tidak mempunyai spin sama sekali. Sebagai contoh, di saat Anda Squat dan melakukan unrack, pasti akan ada sedikit putaran di plates Anda. Bayangkan jika shaft Anda ikut terputar, barbell akan dapat melorot dari pundak Anda. Barbel dengan kualitas bushing yang rendah tidak memiliki putaran yang cukup.

 

SPESIFIKASI YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM MEMILIH BARBELL

Terlepas dari kegunaan barbell itu sendiri, menurut kami ada beberapa spesifikasi wajib yang harus kita perhatikan sebelum memilih barbell. Berikut kami rinci apa spesifikasi tersebut.

Ukuran Standart Olympic

Mengapa kita harus memilih barbell yang mempunyai standart Olympic? Kami sangat sering menjumpai kasus di mana orang bertanya apakah bumper plates yang kami jual dapat masuk ke barbell yang mereka punya. Jika barbell anda adalah standart Olympic, maka sudah pasti 100% akan fit, tidak akan kelonggaran atau tidak muat.

Jika barbell anda adalah standart Olympic, apapun jenis barbell Anda, barbell tersebut akan  mempunyai shaft sepanjang 1.31m. Mengapa panjang shaft ini menjadi hal yang penting? Karena jika anda mempunyai shaft yang lebih pendek dibanding 1.31m maka sudah pasti barbell anda tidak akan bisa di taruh di power rack karena barbell terlalu pendek dan akan membentur power rack/jhook Anda.

Itulah alasan barbell yang mempunyai berat 10kg dan 15kg jauh lebih murah dibandingkan Woman Barbell atau Training Barbell yang mempunyai standart Olympic.

Tensile Strength

Tensile Strength biasanya di ukur dengan indikator PSI (pounds per square inch) yang artinya seberapa kuat barbell tersebut menerima tekanan hingga membuat barbell tersebut bengkok atau retak. Tensile Strength ini merupakan indikator yang lebih penting dibandingkan weight rating. Mengapa?

Biasanya disaat kita membeli barbell yang murah, barbell tersebut sudah memiliki weight rating yang besar (biasanya sekitar 300kg) dan kebanyakan orang tidak akan pernah mengangkat beban sampai 300kg. Kita berpikir bahwa barbell ini sudah jauh lebih cukup untuk kita. Namun, weight rating yang dimaksud di barbell murah ini adalah, barbell tersebut tidak akan patah jika di pasang beban 300kg, tetapi tidak menjamin apakah barbell tersebut tidak akan bengkok jika menanggung beban 300kg.

Dengan Tensile Strength yang tinggi, barbell akan kuat diisi beban yang berat,  memiliki elastisitas yang baik (karena barbell pasti akan sedikit bengkok jika diberikan beban yang berat) dan dapat kembali lurus setelah beban tersebut di copot. Barbell yang baik memiliki Tensile Strength minimal 190k PSI.

 

SUMMARY

Jika pada artikel Power Rack kami mengatakan bahwa Power Rack semurah apapun akan tetap kuat dan tahan lama digunakan dalam kondisi pemakaian normal, untuk barbell kami merekomendasikan Anda untuk mencari barbell yang mempunyai kualitas yang superior. Barbell merupakan investasi yang cukup penting. Barbell yang jelek akan membuat anda membeli dua kali atau bahkan mencederai Anda.

Apakah Anda akan percayakan merk barbell murah dengan kualitas buruk dengan beban 100kg di atas kepala Anda? Percayalah keselamatan diri sendiri akan jauh lebih berharga dibandingkan Anda menghemat 2-3 juta untuk membeli barbell tersebut.

 

 

Related Posts